Saturday, April 6, 2019

Penyeludupan

Baru semalem gue balik dari konser agak haram gue.

Mari melempar balik.

25 Januari 2019
Gue di rumah yang akan berangkat kantor pagi itu deg-degan banget karna penjualan tiket John Mayer dimulai dari jam 08:00. Iya, gue daftar pre-salenya. Sistem pre-sale ini adalah, kita submit email ke promotornya bahwa kita ikutan pre-sale, maka email yang didaftarkan, sekaligus email Bukalapak ini akan bisa mengakses pembelian tiket sebelum khalayak (lebih) ramai bisa mengakses pembelian tiket konser John Mayer ini.
Salahnya adalah gue daftarin email yang ngga sama dengan email bukalapak. Jadilah itu gue harus memproses penggantian email dulu yang akhirnya makan waktu sekitar 10 menit sendiri.

"Anjir, no hope banget inimah..", kata Satria, temen SMA gue, via chat pagi itu.
"Email gue beda anjir sama yang di Bukalapak..", lanjutnya.

Monday, April 1, 2019

Masih Berteman

Ngga jauh dari judul, hari ini gue cukup bersyukur karena gue masih merasa punya teman, cukup teman, sehingga gue bisa menceritakan hal menarik sore ini, hari ini.

Pagi ini gue lumayan semangat berangkat ke kantor karena janji mau ketemu sama bos gue, perihal ngomongin pengajuan resign gue. Ya, gue yang baru mulai kerja 14 Januari 2019 kemarin, sudah merasa kurang cocok di kantor gue sekarang. Kantor gue terletak di Pacific Place, Jakarta. Agak terdengar oke emang, ngantor di mall, tapi, itu hanya sebuah ke-agak-an semata.

Gue dateng agak pagian, namun mendapati ruangan kantor gue nyaris kosong sampe jam 12an. Cuma ada satu orang di ruangan konsultan, ruangan gue, yang (sebenernya) muat buat tujuh orang itu. Sisanya gue cuma liat dua mahluk lain di ruangan sales.

Nevermind. Gue ngga ceritain perihal resign ini karena emang gue ga jadi berkesempatan ketemu beliau hari ini.

Monday, March 4, 2019

Terjebak tanpa Kendaraan

Sabtu - minggu kemarin, ya, baru kemarin ini, gue dateng ke sebuah festival musik jazz yang diadakan Java Festival Production. Ya, Java Jazz di Jakarta Internasional EXPO, Kemayoran.

Mungkin gue ngga akan menceritakan tentang Java Jazz itu sendiri selain gue baru cari tiket h-2 dan h-1 karena ternyata udah ngga ada tiket murah yang dijual secara resmi. Dan selama dua hari itu gue menghabiskan waktu untuk berjalan sendirian keliling venuenya karena ngga ada yang bisa gue ajak nonton bareng.

DAN
Hari sabtu, hari kedua pelaksanaan Java Jazz, hari pertama gue nonton, gue ketinggalan kereta pulang karena lost track in time kalo kata orang sana.

Gue liat jam ketika udah mau pulang ternyata udah jam 11:45. Akhirnya tanpa pamitan (padahal ga kenal siapa-siapa), gue bergegas keluar venuenya dan memesan ojol ke Stasiun Tanah Abang. Ojolnya sih cepet dapetnya, tapi cari-cariannya karena kita sama-sama ngga punya pulsa. HM. 6 menit kemudian gue akhirnya bertatap muka dengan abang ojolnya. Kita langsung berangkat. Dia tau gue ngejar kereta, jadi rada ngebut.

Wednesday, February 27, 2019

Thursday, January 24, 2019

Utang - Piutang

Per-14 Januari kemarin gue untuk pertamakalinya jadi anak kantoran. Kerja dengan jam kerja 8 jam sehari setiap harinya. Agak ngga gue banget sih, apalagi kalo denger rencana hidup gue kemarin yang mau melancong aja ke kota Semarang untuk menjadi barista dan mencari kehidupan serta cerita untuk kemudian diceritakan.

Turns out, kantor-pun tidak seburuk itu. Gue mendapat sesuatu, tidak sedikit yang bisa gue ceritakan. Gue dapet atmosfir, ekosistem yang belum pernah gue terima juga. Ya, yang penting melatih kepekaan aja, kan?

Monday, December 31, 2018

Dua Kosong Satu Sembilan

Oke, gue baru sadar bahwa ternyata gue skip di dua kosong satu delapan.

Biasanya sih di akhir tahun kayak gini gue meng-highlight apa saja yang menarik tahun ini. JUJUR-JUJURAN AJA YAKAN.

Monday, December 24, 2018

Temanku (Part 5)

Kembali ke rutinitas yang sudah setahun lebih ngga gue lakukan, ngomongin temen gue tapi tanpa nama yang disebutkan. Sebelumnya sudah ada 4 part dan total 21 teman yang gue omongin. Mari kita mulai!

Sunday, December 2, 2018

Wisuda

Jarang-jarang gue memilih judul segamblang ini.

Ya, postingan ini tentu menceritakan waktu yang cukup singkat ini. Kemarin (1 Desember) gue akhirnya melaksanakan ritual kelulusan ini. Setelah proses total 5 jam yang mewakili 5 tahun ada di kampus ini dengan pembagian 1 tahun di program studi IT dan 4 tahun di Film, akhirnya gue menyatakan berhenti menjadi donatur.

Tuesday, November 6, 2018

Satu Hari yang Diceritakan (3)

Melanjutkan 'rutinitas' gue untuk menceritakan sebuah hari yang cukup berwarna, gue memutuskan untuk menceritakan hari ini. Bukan menceritakan hal spesifik, cuma menceritakan hari yang menurut gue secara keseluruhan menarik aja.

Friday, October 19, 2018

Bangku Jingga

Terhitung sejak 19 Juli 2018, gue menyelesaikan laporan magang gue. Itu kegiatan 'terakhir' gue sebagai mahasiswa. Ya.., tepat 3 bulan yang lalu.

Atau..
Tepat 9 bulan yang lalu dari gue sidang skripsi. Di semester skripsi ini emang lebih kerasa kayak kuliah karena gue masih ambil beberapa kelas kayak English 3, Professional Development, dan.. Pancasila. Iya, gausah ditanya lagi kenapa gue baru ambil pancasila, gue udah pernah posting di sini.

The thing is..
Gue kangen banget sama kuliah.